Menjadi Guru PAUD Harus Kutu Buku

Dokumentasi Aa Fajar PAUD

Setiap orang yang hobi membaca buku di sebut kutu buku. Berarti kutu buku adalah mahluk yang paling bahagia dan memperoleh kepuasan hidup tanpa mengeluarkan uang 80 juta rupiah.

Karena membaca buku merupakan aktifitas yang mengasikkan. Keasikannya melebihi aktifitas manapun, termasuk mendengarkan janji - janji para peserta pemilu. Bahkan lebih mengasikkan dari pada berbincang kepada tim sukses calon presiden.

Buku yang kita baca adalah teman berbagi yang paling asik, mentransfer ilmu tanpa menggurui, tanpa mencela dan tanpa kritik meski membaca nya sambil makan keripik dengan segelas teh tarik. Jika ada keritik, hanya kita sendiri yang tergelitik dan dapat kita utik sebagai pemantik semangat perubahan dari dalam diri.

Buku yang kita baca adalah ulama yang sedang memberi tausiyah tanpa pengeras suara, dan tanpa menatap kepada kita. Namun kata - kata nya langsung masuk kedalam qolbu tanpa ada penghalang. Kata - kata tersebut berdendang didalam qolbu mengikuti gerakan mata kita. Dendangan tersebut akan berhenti, ketika kita menutup buku.

Dengan membaca buku, kita bisa kuliah langsung dengan seorang Profesor, Doktor, dan para profesional lain nya tanpa perlu membeli formulir,  membayar uang kuliah, bayar uang gedung dan uang - uang kuliah lain nya.
Bahkan, kita bisa belajar dengan para ulama - ulama besar tanpa mengeluarkan biaya besar. Modal nya hanya mata yang tidak selebar dolar.

Membaca buku merupakan perjalanan wisata yang menyenangkan, yang dapat menghibur diri setelah penat dengan setumpuk perkerjaan. Dan ini adalah wisata mengasikkan yang sangat minim biaya dan tenaga. Karena rangkaian kata pada buku dapat menyejukkan tubuh dan pikiran laksana udara pegunungan dan pantai.

Buku juga merupakan tata rias kecantikan tanpa biaya mahal, tanpa kosmetik, tanpa lipstik, tanpa krim, tanpa pijatan, dan tanpa operasi plastik. Karena ia dapat memoles inner beauty dengan efektif. Ketika dalam tubuh cantik, penampakan luar akan mengikuti kecantikan yang ada didalam. Karena secantik - cantik manusia adalah yang paling baik ahlak nya. Dan tentang ahlak, banyak buku yang siap menularkan nya kepada para pembaca nya.

Dan yang pasti, buku merupakan sumber informasi yang dapat dijadikan referensi tanpa radiasi yang membuat mata terkontaminasi. Sehingga pas untuk para pendidik yang membutuhkan referensi untuk mengajar. Termasuk untuk pendidik anak usia dini (TK,RA,KB,SPS) yang  murid - murid nya memiliki domain perkembangan yang sangat membutuhkan stimulus dari pendidik yang memiliki informasi dan keilmuan yang luas.
Karena membaca adalah proses menangkap makna. Sebelum seorang pendidik memberikan makna - makna keilmuan kepada murid nya, hendak nya, ia terlebih dahulu  menangkap makna - makna tersebut dengan membaca.

Dan, perlu di ingat kembali bahwa siapa pun dan apapun profesi kita, pada dasar nya kita semua adalah pendidik, termasuk pendidik untuk diri kita sendiri.

Jadi, menjadi guru PAUD (Pendidikan Anak  Usia Dini) yang kutu buku, itu adalah keharusan dan memuaskan.
Pokok nya, siapa pun dan apa pun profesi seseorang dapat terpuaskan oleh buku tanpa mengeluarkan uang 80 juta.

Bagaimana rasa puas nya ?.

Silakan buktikan sendiri dengan membaca buku. Karena rasa, sulit untuk di ungkapkan dengan kata - kata. Rasa dapat di raih hanya dengan melakukan perbuatan yang dapat menghadirkan rasa tersebut.

Bacalah dengan menyebut sang maha esa pada permulaan nya, agar sang maha esa berkenan memberikan rasa kedalam qolbu tempat dosa kita berkumpul.

Iqro bismirobbikal ladzi kholaq. Kholaqol insana min 'alaq. Iqro wa robbukal akrom. Bacalah dengan nama tuhan mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan tuhan mu lah yang maha mulia. (QS.Al - alaq ayat 1 - 3)


Wallohu'alam


Aa Fajar
(Guru PAUD Formal, TK Islam PB Soedirman Cijantung Jakarta Timur)

Artikel ini penulis publikasikan juga di Majalah Suara Guru Edisi April-Mei, dan di www.kompasiana.com/aafajar (akun penulis di Blog Kompassiana)
Menjadi Guru PAUD Harus Kutu Buku Menjadi Guru PAUD Harus Kutu Buku Reviewed by Aa Fajar Sang Fakir Ilmu on Thursday, April 18, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.